Catatan Perjalanan di Kereta: Lewat Pintu Utara atau Selatan?

•8 November 2009 • & Komentar

Awal November ini saya ada acara di Jakarta. Acara di Jakarta nggak lama, cuma Hari Kamis aja. Karena acaranya sampai sore akhirnya saya menginap di Hotel Atlet Century Senayan. Berhubung sudah sampai Jakarta, rugi dong kalau cuman pindah tidur doang trus balik lagi ke Jogja. Apalagi waktu itu hari kamis, jumad dan sabtu kan libur. Setelah ditimbang-timbang akhirnya diputuskan mampir bentar ke Bandung.

Bandung adalah kota yang special buat saya. Kota ini salah satu kota yang saya cintai setelah Jogja. Kenapa? Karena saya punya kenangan yang indah disini. Sekitar tahun 1988-1991 ayah kerja di Bandung, jadi ya masa kecilku banyak wira-wiri Jogja-Bandung.

Sejak dari Jogja sudah direncanain. Pagi-pagi saya akan berangkat dari Senayan ke Stasiun Gambir naik Busway, lalu saya akan naik kereta  Argo Gede jam 06.10 atau kereta Parahyangan jam 07.30. Perkiraan saya, saya akan sampai Bandung agak pagi sekitar jam 10 an. Rencananya saya akan mengunjungi 3 tempat di Bandung.

Pada hari yang telah ditentukan (jum’ad paginya). Saya udah dengan semangat 45 berangkat naik busway ke stasiun Gambir. Saya berangkat dari Senayan jam 05.30. Perkiraan sampai Gambir jam 06.30 – 07.00 trus naik kereta parahyangan jam 07.30. Akhirnya saya sampai Gambir jam 06.40. Masih pagi banget, trus langsung deh ke tempat penjualan tiket. Sampai di sana saya bengong…..lho?? Kereta api yang jam 07.30 ternyata cuma beroperasi di hari libur. Kereta selanjutnya adalah jam 08.30!! Wadowh….di luar rencana, musti nunggu 2 jam nihh :( dan ntar nyampe Bandung udah siang dehh.

Ya udah deh, ngeluh juga nggak ada gunanya. Akhirnya saya tetep antri tiket. Di samping saya ada seorang ibu-ibu yang diantar putranya. Saya ngobrol-ngobrol sama ibu itu. Beliau ternyata mau ke Bandung juga, dan akan naik kereta yg sama dengan saya. Alhamdulillah ada teman nunggu kereta.

Teman seperjalanan 1

Saya dan Ibu Hidayat (nama ibu itu) menunggu kereta sambil ngobrol-ngobrol. Saya banyak bertanya tentang Bandung (terutama transportasinya). Saya cerita kalau saya mau ke beberapa tempat, salah satunya ke Saung Angklung Ujo, dan kalau sempat ke Cihampelas dan Gede Bage. Di tengah2 ngobrol tiba-tiba terlintas,  “o iya saya kan musti beli oleh2 juga”. Lalu saya menanyakan dimana ya tempat beli oleh2 di Bandung.

Ibu itu bilang “Kalau oleh-oleh mah di Pasar Baru, letaknya dekat sama Stasiun.”

Ibu itu lalu mengeluarkan kertas dan menggambarkan denah transportasi, menuju tempat oleh-oleh, lalu transport selanjutnya ke Saung Angklung Udjo. Takut saya kesasar katanya :)   Wah….terharu saya.

Lalu ibu itu berkata, “Nanti kalau turun dari kereta, keluarnya lewat pintu selatan. Pasar baru letaknya di selatan.

“Baik Bu”, jawabku.

Teman Seperjalanan 2

Jam 08.30 kereta yang ditunggu tiba. Saya menempati tempat duduk 14 c. Ibu Hidayat dapat tempat duduk 14 B. Terpisah lorong dari tempat duduk saya. Di samping saya ada seorang pemuda. Berhubung teman seperjalanan, maka saya sempatkan ngobrol-ngobrol juga dengannya. Mas/adik itu asalnya dari Malang, kuliah di Bandung. Berhubung dia ngerti seluk beluk Bandung, saya tanya-tanyain juga. Saya cerita kalau saya mau ke beberapa tempat di Bandung, dan skalian nanya juga, “Tempat yg oke di Bandung itu mana aja sih?”

Dia jawab, di Bandung ada beberapa tempat di PVJ, Dago dan Cihampelas. Dia suggest juga, “Nanti kalau kamu mau kesana turun dari kereta turunnya lewat pintu utara, trus kalau mau ke saung angklung nanti bisa naik angkot dari Dago”

Oke deh…semua saran ditampung.

Waktu itu aku aku masih mikir-mikir juga, cukup nggak ya waktunya ke Cihampelas/Dago. Lha nyampe Stasiun Bandung udah Jam 12.00. Trus beli oleh-olenya? Juga belum tahu juga berapa lama perjalanan ke Saung Angklung udjo-nya.

Pas Turun: Ke Utara atau Selatan

Setelah melewati 3 jam perjalanan, nyampe juga akhirnya ke Stasiun Bandung. Waktu menunjukkan jam 12.00. Siap-siap turun. Sebelum turun menyapa dulu kanan kiri (teman seperjalanan 1 dan 2).

Sambil keluar Ibu Hidayat berkata, “Keluarnya lewat selatan” (sambil tanggannya menunjuk ke arah selatan).

Sementara pada saat yang bersamaan Mas/adik yg duduk di sampingku berkata, “Keluarnya lewat sana” (sambil menunjukkan arah utara).

Satu menunjuk ke utara satunya ke selatan,…O….o…….(^.^)

Pintu Selatan St Hall Bandung

Pintu Selatan St Hall Bandung

***

(Terima kasih untuk pihak2 dalam cerita ini….yg  udah menjadi teman seperjalanan dan memberikan petunjuk arah pada musafir ini. Thanks for ur kindness….May Allah Bless)

Kopi: Tanaman Primadona Daerah Tropis

•31 Juli 2009 • & Komentar

Sejak maen Game Farmville saya jadi tertarik sama pertanian. Kayaknya asik juga. Membajak tanah, menanam, merencanakan komoditas apa yang mau ditanam, sampai hitung-hitungan investasi. Saya paling suka perencanaannya. Disini kita bisa belajar berinvestasi. Apa mau nanam strawberry yang masa tanamnya singkat, atau mau menanam Semangka yang butuh waktu lama, atau komoditi lainnya.

Akhirnya pas baca-baca kompas kemaren saya lebih concern juga pas baca tentang pertanian. Ada salah satu artikel yang menarik, yaitu tentang tanaman  Kopi. Disitu dijelaskan tentang Kopi Luwak. Artikel tentang kopi ini membawa saya untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai kopi.

Tamanam kopi itu unik dan menarik. kenapa saya katakan unik? Karena tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat. Tamanam kopi hanya bisa tumbuh di daerah Tropis atau daerah Sub Tropika yg panas. Tidak heran kalau negara-negara penghasil Kopi seperti Brazil, Meksiko, Kolumbia, dan Indonesia yang terletak negara-negara yang terletak di daerah Tropis.


Negara-Negara Penghasil Kopi dunia

Negara-Negara Penghasil Kopi dunia

Di daerah tropis pun tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat. Tanaman ini baik ditanam di dataran tinggi. Kalau dalam ilmu Meteorologi dan Klimatologi, tanaman ini baik ditaman pada iklim Tropika Basah Kering (Aw). Untuk Kopi Jenis Arabika Baik ditanam di Daerah Pegunungan, Sedangkan Kopi Robusta bisa ditanam di Daerah yang lebih rendah.

Indonesia merupakan Produsen Kopi ke-5 Dunia dan mempunyai banyak daerah Penghasil Kopi, sebab iklimnya mendukung tanaman ini untuk tumbuh secara optimal. Dan konsumennya… adalah warga dunia. Pasar kopi masih terbuka lebar. Menarik kan? Dari Indonesia untuk dunia :D

Image from www.coffebeans.ie

Facebook dan Belajar Bahasa Jerman

•24 Mei 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

deutsch

Deutsch, Warum Nicht?

Bahasa Jerman, Mengapa Tidak?

Sudah jadi kebiasaan. Tiap hari, tiap buka laptop, pasti deh yang pertama diklik “www.facebook.com.” Lama-lama terpikir juga, kenapa nggak dimanfaatkan lebih ya? Dengan belajar bahasa lain misalnya. Lalu mulai nyoba-nyoba pake Facebook Translation. Nyoba Bahasa Prancis, Spanyol, Belanda. Wah pake yang mana yah? Bahasa-bahasa tadi menarik. sayangnya saya nggak punya basic sebelumnya. Akhirnya nyoba deh pake Bahasa Jerman. Bahasa Jerman ini saya pernah dapet waktu kelas 1 dan 2 SMA. Lumayanlah pernah kenalan sebelumnya. Yup, akhirnya Facebookku tak ubah deh ke Bahasa Jerman.

Blazzz…

Pertama kali lihat. Apa nich? Bahasanya berubah semua. dan asing. lalu pelan-pelan inget-inget lagi. O….Pinnwand itu = wall. Alle anzeigen itu = See All, etc.Ingatan visual sangat diperlukan disini.

Bagi saya, ketika belajar bahasa asing, pertama kali yang dikejar adalah: VOCAB! lupakan dulu GRAMMAR. Setelah vocab, nanti baru grammar. Sebenernya bisa juga bersamaan, karena kita pasti akan berpikir: Apa sih bedanya Freunde dan Freundinen, Ihr sama Ihren, dan lain sebagainya.

Akhirnya…mulai deh pelajaran bahasa jerman via Fesbuk.

hal pertama yang saya cermati adalah: nama-nama hari :D

Saya tulis disini, sekalian buat catatan:

Sonntag     : Minggu

Montag    : Senin

Dienstag : Selasa

Mittwotch : Rabu

Donnerstag: Kamis

Freistag  : Jum’ad

Samstag   : Sabtu

Heute : Hari ini

Gestem : Kemaren

Belajar Bahasa Jerman via Facebook oke juga. Dan kita jadi “dipaksa” harus belajar. Sebab kalo nggak kan bingung sendiri menghadapi facebook. Sekarang lumayanlah ada peningkatan, terutama vocab.

Was machst du gerade?

Nikmati Nuansa Jawa dan Eropa di Mirota Batik

•27 Februari 2009 • & Komentar

Pernah ke mirota batik?

Hmm.. disana kamu akan merasakan suasana yang “berbeda”

Mirota Batik @t night

Mirota Batik @t night

Mirota batik merupakan salah satu toko yang menjual berbagai macam batik dan cenderamata khas jogja. Meskipun banyak toko batik, toko ini berbeda dengan toko lainnya. Toko ini ramai sekali.  Pada hari biasa sekalipun. Toko yang terletak di ujung jalan Malioboro ini dari jauh bisa langsung dikenali lewat bangunannya yang berwarna putih.

Di depan toko ada kereta kuda, yang dipakai pada hari tertentu. Di pintu toko, kita akan disambut oleh mbok-mbok, atau pak-pak yang menggunakan pakaian jawa. Begitu masuk akan terasa suasana yang lain… suasana yang begitu jawa. Ya! Suasana jawa kental sekali di toko ini. Ada bunga yang diletakkan dalam ciri atau cobek, ada aroma yang khas, ada alunan gendhing jawa dan suasana yang begitu hidup. Lantai 1 di toko ini untuk pakaian. Berbagai batik bisa ditemukan disini. Terkadang di lantai 1 ini juga kita bisa melihat proses pembuatan batik oleh mbok-mbok dengan menggunakan canthing.

Beranjak ke lantai 2 adalah tempat untuk souvenir dan pernak-pernik. Banyak cendera mata yang bisa ditemukan di sini. Ada patung loro blonyo, pembatas buku wayang, lampu tempo dulu, atau foto Pak Hamzah, pemilik mirota batik dalam bentuk yang lain. Semua bisa kamu temukan di sini.

Beralih ke lantai 3…nah..ini tempat favorit saya. Kenapa? Karena disini saya bisa Wifian sepuasnya. Lantai 3 adalah cafe sekaligus wifi area. Nama cafenya adalah Oyot Godhong. Di lantai ini terdapat gazebo-gazebo dan konsepnya adalah taman. Hari Rabu kemaren saya se-sorean di sini. Wuihh…serasa ada di Eropa. Kalau di lantai 1 dan 2 kita akan menemukan nuansa Jawa Klasik, di Lantai 3 ini kita akan menemukan nuansa eropa klasik. Mulai dari alunan musiknya, para pramusajinya yang menggunakan kostum-kostum jaman eropa.

Maneken Orang Jawa di Oyot Godhong

Maneken Orang Jawa di Oyot Godhong

Menu makanan dan minuman di s ini bervariasi. Mulai dari wedang uwuh, wedang ronde, roti dari Mirota Bakery, sampai nasi goreng special ala mirota batik. Harga makanan di cafe oyot godhong ini sangat murah. Saya pesan Wedang Uwuh dan Camilan ketela cuma habis 5000 perak. Murah banget kan? Makanya saya suka tempat ini.

Tatah Sungging: The art of Javanese Puppet

•25 Februari 2009 • 1 Komentar

Wayang sebenarnya menawarkan kebijaksanaan yang tak terbatas

Tokoh wayang sebagai hiasan tempat lilin

Tokoh wayang sebagai hiasan tempat lilin

Sekarang sedikit orang yang tahu tentang wayang. Padahal wayang itu menyimpan khasanah kebudayaan dan kebijaksanaan yang tak terbatas lho!. Saya sendiri kalau pertunjukan wayang sih saya nggak terlalu menikmati. Tapi kalau kisah Mahabharata atau Ramayana saya suka banget. Pas SD dulu sekitar tahun 1992-1994 ada kisah mahabharata dan ramayana di TPI. WAktu SMA saya sempat membaca buku mahabharata yang tebelnya nujubilee itu.

Yang saya suka dari kisah Ramayana ataupun Mahabharata adalah tentang kebijaksanaannya dan falsafah hidupnya. Bagaimana seseorang bisa memegang janji yang telah diucapkannya, meskipun untuk itu dia harus mengorbankan nyawanya. Seperti kisah Kakek Bhisma yang berjanji tidak akan pernah menikah karena memenuhi janji kepada ayahnya.

Mahabharata menghadirkan berbagai karakter yang mewakili karakter manusia dengan berbagai kompleksitasnya. Tentang Basudewa Krishna yang bijaksana, dan kalau marah mengeluarkan cakramnya, Yudhistira si sulung yang arif, Arjuna, dan lain sebagainya.Atau tentang watak-watak yang buruk seperti Duryudana, Dursasana atau Sengkuni yang begitu mabuk ambisi dan kekuasaan. Semua diracik menjadi satu dalam kisah mahabharata.

Touchgraph Photos: Melihat jaringan pertemanan di Facebook

•10 Februari 2009 • & Komentar

touchgraph-photos

Touchgraph photos ini merupakan application di Facebook untuk melihat jaringan pertemanan kamu di Facebook. Kalau  biasanya dengan facebook biasa kita melihat  kata mutual friends, maka dengan application ini kamu bisa melihat koneksi teman secara visual. Kamu juga bisa men set pengelompokan berdasarkan kota atau universitas. Di facebook ini pemilik facebook ada di tengah. Menarik kan?

Facebook Application: How Jawa Are U?

•4 Februari 2009 • & Komentar

how-jawaSeberapa Jawa-kah kamu? Hayoo yang ngakunya orang jawa, ini saatnya km nge-test ke-jawa-anmu. Yang udah punya facebook langsung aja klik applications di pojok kiri bawah. Klik Find more lalu search How Jawa Are You? Now…Let’s Start the game!

Kamu akan diberi 10 biji pertanyaan yang harus dijawab seperti:

1. Apa nama Ibukota Jawa Tengah?

  • Yogyakarta
  • Solo
  • Semarang

* Kebangetan deh kalo nggak tau…km bukan diragukan ke-jawa-annya, tapi juga ke-Indonesia-annya juga pengetahuan Geografinya, hehe….:D

2. Raden Harjuno Satriyo ing….

  • Madukoro
  • Jodipati
  • Pringgodani

* Wadowh…suka siih kisah mahabharata, tapi gak apal lah sama negaranya :P

3. Apa bahasa halusnya “makan”?

  • Mangan
  • Maem
  • Dhahar

*kulo sampun maem, njenengan sampun dhahar?

5. Gendhing untuk mengiringi temanten adalah

  • Pocung
  • Kebo Giro
  • Dhandanggulo

Apa ya?? * Mikir

7. Becik Ketitik….

  • Ala Kabeh
  • Ala Ketara
  • Ala Rupamu

*Jadi inget ulangan Bahasa Jawa pas SD

8. Jamu untuk mengobati panas dalam adalah

  • Cabe Puyang
  • Beras Kencur
  • Kates Gantung

* Wah…saya nggak jualan jamu! :P

…..

……… dan seterusnya sampai 10 pertanyaan.

ini ni hasilnya:

Wong Jowo Asli

sampeyan benar-benar orang jawa Tulen, jangan melupakan kebudayaan, unggah ungguh dan tata krama, matur sembah nuwun

Quiz ini menarik…sayangnya pertanyaannya kurang banyak (seneng ditanya-tanyain) maksudnya makin banyak variabel kan makin valid gitu…

tertarik? monggo dipun cobi…:D

Photofunia: Let’s Fun With ur Photo(s)

•1 Februari 2009 • & Komentar

Berawal pas lihat blognya Jeng Funny. Ada foto-fotonya yang dijadikan poster dinding dan etalase toko. Kapan fotonya tuh funn?? Hehe..:D  OoOo….ternyata jeng funn ngedit di photofunia. Nyoba ah!!

Hasilnya:

Trala…..!!

Poster Honey

Ini Foto di Jogjakarta International Mall (Emangnya Ada?? :)

Foto di Lapangan

Foto Caleg?

+ Dari parpol mana ya mbak ya?

- wah saya ndak tau je!

Serius Membaca

Lagi mbaca apa mbak?

Lucu juga hasilnya!

Narsis dikit boleh dong…sapa tau ntar pas malaikat lewat trus diamin-in… bisa punya mall sendiri, bisa masuk majalah (pas berita yang baik baik lho ya, jangan yang berita kriminal, hehe) .. kecuali yang caleg, ogah ah! seumur-umur gak mau jadi caleg…ga mau..ga mau!!

*pletak*

hooii…bangun hooiii….

Imagination is the begining of Creation

You Imagine what you desire

You will what you imagine

and at last you create what you will

(George Bernard Shaw)

Kopi Blandongan: Tempat Ngobrol Nyantai Sambil Ngopi

•1 Februari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jadi juga akhirnya ke Blandongan.  Kemaren malam kebetulan diajak eno buat beli batik. Karena saya tau banget dia suka kopi, langsung deh kuajak ke Warung Kopi Blandongan. Sudah sejak lama pengen maen ke warung kopi yang terkenal ini. Warung kopi ini menarik. Masyarakat Jogja sendiri sebenarnya bukan kopi mania. Orang Jogja lebih familiar dengan teh daripada kopi. Misalnya saja kalau kita bertamu atau ada acara-acara dalam masyarakat, minuman teh yang dihidangkan. Jadi membawa “warung kopi” ke Jogja sungguh suatu hal yang “berbeda” :)

Warung Kopi Blandongan

Warung Kopi Blandongan

Warung kopi Blandongan sendiri letaknya di Daerah Gowok, Selatan Mall Ambarukmo Plaza. Suasana warung ini di malam hari: penuh dan ruame rek! Hampir saja saya dan eno nggak kebagian tempat. Akhirnya saya pesan Kopi Jahe, dan teman saya..yang mania kopi pesan kopi susu. Harga disini cukup murah, dibawah Rp 10.000,-  Selain kopi ada juga cemilan.

Warung ini merupakan tempat yang oke buat santai-santai,  ngobrol-ngobrol bersama teman sambil minum kopi. Nggak ada laptop nyala atau wifian, semua yang datang kesini bersama temannya atau komunitas.

Tidak berapa lama pesanan saya datang. Kopi di Blandongan ini konon dibawa langsung dari Blandongan, suatu tempat di Jawa Timur. Rasa kopi Blandongan khas sekali..sampai butiran kopinya terasa. Satu cangkir kopi rasanya sudah cukup untuk ngobrol selama kurang lebih satu jam. Well…sudah jam 21.15. it’stime to go home! :)

Facebook: Teknik Jitu Mencari Teman Lama Yang (Hilang)

•23 Januari 2009 • & Komentar

Belakangan ini saya lagi seneng mengutak atik Facebook.  Awalnya saya nggak terlalu tertarik sih sama yang namanya facebook, toh udah punya friendster. Lalu iseng iseng aja join. Tapi belum juga merasa tertarik. Lha wong kebanyakan temen-temen saya ada di friendster. Lalu…masih dalam rangka iseng iseng juga :P saya mulai search teman-teman saya yang join di facebook. Facebook menyediakan berbagai cara untuk mencari teman-teman kita:

1. Bisa Pakai Find Friend

find-friends1

Metodenya adalah mencari lewat e-mail addresss kita. Klik aja Friends di bagian atas facebook. Lalu Klik Find Friends. Disitu muncul alamat email dan kita tinggal memasukkan password dan Find Friends. ini dengan catatan kalau kita rajin mengisi address book di email lho!

2. Search Option

search1

Caranya adalah dengan memasukkan data teman yang dicari. misalnya nama teman, alamat email dsb. Kalau mencari teman dalam jumlah yang banyak bisa masukkan asal SMA atau Fakultas kita. Cara ini cukup efektif. Yang perlu diperhatikan adalah penulisan kata dan hurufnya. Kalau kita search dengan kata UGM dan search dengan kata Universitas Gadjah Mada, nanti hasil yang didapatkan bisa berbeda. Solusinya: Cobalah berbagai kombinasi. Bisa namanya disingkat, atau panjang, pakai Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Sebab hasil yang didapat bisa berbeda.

Saya punya teknik lain yang lebih ampuh, yaitu lewat network

3. Jaringan atau Networking

see-all1Caranya adalah lewat temennya teman. Misal: saya mau cari temen kuliah saya di Geografi UGM. Saya cari saja salah satu teman di Geografi UGM dan add sebagai friends. Setelah jadi temannya saya lihat teman-temannya. Nah dari situ pasti ada temen geografi saya yang lain yang bisa dihubungi.  Cara ini lebih praktis, hemat waktu dan pasti ketemunya. Apalagi kalau temen kita itu orangnya internet mania dan temannya banyak.

4. Groups dan Page

Search lewat group atau page memungkinkan kita untuk menemukan teman-teman lama, tidak terbatas yang satu sekolah saja, tapi juga teman yang sehobi dengan kita. Caranya ketik group yang dituju di option search (kanan atas). Misal saya mau mencari Group Forum Lingkar Pena. Saya search dengan keyword Forum Lingkar Pena. Setelah itu muncul banyak result/hasil pencarian. Kita bisa mengidentifikasi apakah ini group atau bukan dari tulisan ‘join group’ di sebelah kanan. Nah dari situ kita bisa lihat di anggota group itu, adakah teman-teman lama disana? Saat ini banyak sekolah, organisasi atau kelompok hobi yang membuat group atau page.

Ada lagi cara yang lebih ekstrim….yaitu:

5. Entry satu-satu

Caranya adalah: Buka buku alumni anda, dan masukkan satu-satu nama teman anda. Cara ini cukup praktis bagi anda yang lupa nama lengkap teman anda. Lha dulu panggilannya kliwir, padahal nama lengkapnya Mahadewa. Kalau anda search pakai nama panggilan, pasti gak ketemunya tho?? Hehe…

Setelah ditelusuri dengan berbagai cara dan teknik, ternyata banyak teman-teman lama yang join di Facebook.

Seep..deh. Selamat mencoba . Met Reunian…

Artikel Terkait:

Facebook Applications: How Jawa Are You?

Touchgraph Photos: Melihat Jaringan Pertemanan di Facebook