Perjalanan ke Plateau Berkabut (2): Telaga Warna & Gunung Sikunir

Tulisan ini lanjutan dari tulisan Perjalanan ke Plateau Berkabut (1): Telaga Merdada.

Dari Telaga Merdada ke Pertigaan Dieng bisa ditempuh menggunakan bis. Sebenarnya banyak obyek wisata menarik di kawasan dieng ini. Untuk telaga aja ada Telaga Merdada, Telaga Balekambang, Telaga Warna, Telaga Pengilon dan Telaga Cebong. Sedangkan untuk Kawah ada Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka. Kalau suka Candi disini ada Candi Arjuno.Obyek wisata lain ada Air Terjun Sikarim, Sumur Jolotundo, Tuk Bimo Lukar, dan Gunung Sikunir. Wah rasanya sehari nggak bakalan cukup deh buat eksplore semuanya.

Dalam bis saya mengamati penduduk lokal Dieng. Hampir semua orang disini memakai baju yang tebal. Anak anak dan bapak-bapak memakai kupluk, dan ibu-ibu sampai nenek-nenek berkerudung. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana manusia beradaptasi dengan alam. Kelak saya menemukan pola yang sama ketika saya pergi ke Bandung dan melihat hasil karya manusia yang tinggal di daerah beiklim dingin.

Kami turun di pertigaan Dieng, sebuah tempat yang ada baliho besar menunjukkan peta wisata kawasan Dieng. Dari sini kalau ke selatan kita akan sampai ke Telaga Warna, Telaga Pengilon, Gunung Sikunir dan ada air terjun Sikarim. Wah tadinya sih kami mau mendatangi semuanya. Tapi ternyata tempatnya jauh. Tidak sedekat di peta hehe..:D

Perjalanan pertama kami adalah ke Sikunir. Hari masih berkabut meski mentari sudah beranjak siang. Waktu naik ke Sikunir pun warna masih putih thok, meski jarak pandang masih normal. Tapi nggak tau juga sih kalo sebelah kiri ada jurang, wkwkwk…

Pemandangan berkabut dari Puncak G. Sikunir Dieng

Pemandangan berkabut dari Puncak G. Sikunir Dieng

Dari Sikunir kami pulang, tapi sebelumnya mampir dulu ke Telaga Warna. I tell u guys…., Telaga Warna adalah tempat yang HARUS didatangi kalo ke Dieng. Soalnya tempatnya bagus banget. O iya kalo ke Telaga warna saya saranin naik dulu ke Bukit di sebelah Utara Telaga Warna. Dari bukit itu kita bisa melihat keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas. Dinamai Telaga Warna karena warna air disini hijau karena adanya plankton yang menyebabkan airnya berwarna hijau.

Telaga Warna Dieng

Telaga Warna Dieng

Di telaga warna kami nggak bisa lama-lama, karena…. kalau kemalaman, angkutan dari Magelang ke Jogja udah nggak ada😀

Perjalanan pulang rutenya sama seperti perjalanan naik (ya iyalaah). Dari dieng ke wonosobo kota dulu. Pas kemaren naik dari Wonosobo ke Dieng waktu tempuhnya 1,5 jam, coba tebak berapa waktu tempuh pas turun? … Ternyata cuman SETENGAH JAM sodara-sodara, dengan bis berkecepatan aduhai.. Ngebut gitulah. Padahal tau sendiri medan dieng kayak gimana, qiqiqiqi…:D

O, iya kalo ke Wonosobo jangan lupa makan Mie Ongklok. Mie ongklok ini khas daerah wonosobo. Mie ini rada kental gitu. Kalau saya ditanya enak enggak tentu saya jawab enak. Tapi sobatku seperjalanan ini nggak terlalu suka. Selain Mie ongklok ada juga Carica, sejenis minuman buah yang juga cuman ada disini.

Mie Ongklok Wonosobo

Mie Ongklok Wonosobo

Dengan habisnya Mie Ongklok berakhir pula petualangan di Dieng. Jam 2 lebih kami cabut ke Terminal untuk melanjutkan perjalanan ke Magelang.Dari magelang langsung ke Jogja. Magrib baru sampai Jogja.

***

Refleksi:

Perjalanan ke Dieng ini berkesan buat saya, karena perjalanan ini mengajarkan sesuatu. Sebelum ke dieng kita merencanakan mau sesampainya di Dieng mau ke mana saja dengan segala estimasi waktunya. Tetapi siapa yang menyangka kalau sore itu hujan turun dengan deras sehingga kita nggak sampai bermalam di Dieng ataupun melihat sunrise di Sikunir. Bahkan ketika sampai di sikunirpun, langit berkabut dan tak satupun pemandangan terlihat dari puncaknya.

Kami merencanakan mau ke Obyek wisata A, B, C, D tetapi ternyata waktunya nggak cukup, dan karena itu kita harus memilih obyek yang “penting-penting saja.”

Sama halnya dengan perjalanan hidup ini. Terkadan kita sudah merencanakan A, B,C, D. Tetapi jangan lupa Allah juga punya rencana. Dan kita-pun harus menyesuaikan rencana-rencana kita dengan Rencana-nya. Saya menemui di berbagai perjalanan travelling saya. Tak ada satupun yang bener2 pas sesuai rencana. Ada cerita tentang kehabisan tiket, jadwal maju, dan lain sebagaunya. Atau ada juga track bonus seperti di Wediombo. Rencananya cuman mau ke 2 pantai eh jadinya malah ke 5 pantai😀

Rencana akan memberi kita arah. Tetapi bersiaplah untuk segala kemungkinan dan perubahan. Tak semudah ketika dijalani. Tetapi memerlukan keikhlasan untuk menerima. Ah…perjalanan ini, tepat sekali.

~ oleh honeysweet pada 14 September 2012.

12 Tanggapan to “Perjalanan ke Plateau Berkabut (2): Telaga Warna & Gunung Sikunir”

  1. […] di Telaga Merdada, kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke…. Sikunir. bersambung ke tulisan Perjalanan ke Plateau Berkabut (2): Telaga Warna & Gunung Sikunir Like this:SukaBe the first to like […]

  2. nice reflection… glad to visit your blog.🙂

  3. mau tanya..klo dr pertigaan dieng ke gunung sikunir naik angkot apa y?

  4. aseekk jga artikelnya,, tpi msh blm beruntung,, eh kal0o mau liat sunrise tu d gnung perahu lebih bagus ketimbang sikunir tpi harus pke pemandu…

  5. msh ada 2 lg tmpatnya,, yg satu buat liat sunrise tpi bkan sikunir atau g.perahu trus yg satunya lg buat liat sunset tpi ada paket perjalanannya g asal berangkat….

  6. d gunung pakuwaja tu msh bru buat liat sunrise N blm bnyak yang tau jga s, trus gunung pangonan buat ngeliat sunset, d dket camp pangonan jga ada candinya lho. aku disini pemandu jalan jdi tau semua tpi bkan berarti aku tour guide lho,…

  7. kalo d gunung pakuwaja tu disuguhin sama lautan pasir, ya walaupun gak luas tpi bgus kok

  8. wah ke prau juga mbak?
    sy ke kawah sikidang dan candi arjuna juga..

    reviewnya di sini🙂

    http://andri0204.wordpress.com/2013/12/05/pendakian-gunung-prau-2565-mdpl/

  9. Sabtu, 21 Juni 2014, saya bersama dengan GETER TEAM (Gumuk Touring Route), mengadakan perjalanan dari Yogyakarta menuju Gunung Sikunir, Dieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah 56354, dari pukul 19:00 sampai 23.45 dengan kecepatan rata-rata antara 80-100 km/jam, jadi waktu yang kita butuhkan dalam perjalanan ini sekitar 4jam 45menit, namun perlu agan – agan sekalian pahami bahwa durasi ini bersifat kondisional, sementara itu route yang kita gunakan adalah sebagai berikut : -> Ekspose Hiruk-Pikuk Gunung Sikunir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: