Perjalanan ke Plateau Berkabut (1): Telaga Merdada

Perjalanan ini sudah cukup lama, lebih dari setahun yang lalu. Tapi saya seneng aja kalo mengingat & ingin menulisnya di blog ini.

***

Awal February 2011 saya maen ke Dieng Plateau. Dieng Plateau ini terletak di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah dan merupakan plateau tertinggi kedua di Dunia (2000 m dpal). Banyak obyek wisata menarik disini, mulai dari gunung, kawah, telaga dan setahun sekali ada Dieng Festival.

Dari awal, tujuan utama kita ke Dieng adalah mau ke Gunung Sikunir. Kabarnya di Sikunir ini kita bisa melihat double sunrise yang  indah banget. Sebab dari puncak Sikunir kita bisa melihat deretan gunung-gunung mulai dari Gunung Merapi, G. Merbabu, G. Sindoro dan G. Sumbing. Double sunrise adalah sebutan dimana matahari terbit membentuk pola cahaya yang indah diantara gunung-gunung itu.

Kalo dari Jogja, Dieng berjarak sekitar 70 km. Naik motor bisa, tapi mending naik angkutan aja. Kalau naik angkutan, ketika capek kan bisa tidur, tapi kalo naik motor kalo capek…..wah bahaya tuh?! Perjalanan menggunakan bis dari Jogja ke Wonosobo harus berganti sebanyak 3x. Pertama dari Jogja sampai terminal Magelang. Setelah itu berganti bis ke Wonosobo Kota. Dari Wonosobo kota berganti bis lagi naik ke Dieng.

Saya dan teman saya berangkat dari Jogja jam 14.30. Segala perlengkapan ‘perang’ sudah disiapkan. Baju hangat, senter bahkan tenda kami bawa, buat camping di Sikunir. Perjalanan diwarnai dengan terkantuk-kantuk, rasanya  perjalanan lama banget, apalagi dari Magelang ke Wonosobo. Di perjalanan masih ngarep nyampe Sikunir buat ngedapetin sunset disana.

Akhirnya kita nyampe Wonosobo kota sekitar jam 7 malam. Dan sampai disana hujan turun derass!! ..o…o…. Dan guess what? Angkutan ke Dieng udah nggak ada! Angkutan ke Dieng terakhir jam 6 sore. Aku sama temenku haha hihi aja…wah…bakalan seru nih perjalanan!😀

Aku dan temenku tetep nyari info ada nggak ya angkutan lain ke Dieng. Bagaimanapun kalau bisa sih bermalam di Dieng dan pagi-pagi naik ke sikunir. Beberapa orang ngasih opsi ojek buat kesana. Ada seorang yang ngasih info kalo di dekat rutan biasanya ada angkutan ke Dieng. Yo wis akhirnya kita menembus hujan, nyari RUTAN. Tiap ketemu orang di jalan nanya “RUTAN nya dimana ya Pak/Bu?” Geli juga kalo inget ada 2 orang perempuan manis, hujan2 nyari RUTAN…hehe..

Singkat kata akhirnya sesampainya di RUTAN, ternyata tempat angkutan masih berjalan sekitar 300 m dan angkutan yang ada nggak sampai Dieng, tapi cuman sampai Garung. Garung masih jauh dari Dieng. Wah…sami mawon, bisa-bisa malah tambah nggak jelas nasibnya di Garung. Ya…udah deh akhirnya kita memutuskan untuk menginap di Wonosobo Kota. Lagi pula hari hujan, rasanya nggak bisa ngejar sunrise juga.

Telaga Merdada

Jalan ke Telaga Merdada

Jalan ke Telaga Merdada

Pagi-pagi saat adzan subuh berkumandang kita memulai perjalanan ke Dieng dengan Angkot terpagi. Perjalanan naik membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Di perjalanan hawa dingin sesekali masuk. Brrr…. o,iya di bis kami duduk samping pak sopir, dan pak sopir itu memberi nasehat: biasanya orang gunung untuk mengatasi udara dingin kakinya dibungkus pake plastik/tas kresek. *aha*….. iya juga ya, aku jadi ingat kalau bagian tubuh manusia yang pertama kali merasa dingin adalah kaki, lalu setelah itu akan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Wah makasih pak! lain kali kalau ke daerah yg dingin aku akan ingat2 soal ini.

Karena sunrise Sikunir udah lewat kita ke Telaga Merdada dulu. Telaga Merdada ini letaknya ujung Barat dari Kawasan Dieng. Bis berhenti di jalan raya. Untuk sampai ke Telaga Merdada kita harus berjalan kaki sejauh 1 km.

Di jalan menuju Telaga Merdada ada sebuah Sekolah Dasar. Kami berhenti sejenak buat merapikan barang-barang dan mengeluarkan persenjataan (pakai jaket, jas hujan, sarung tangan, slayer, pake plester hidung). Udaranya dingin sekali dan jalan menuju ke sana berkabut.

Jalan menuju telaga merdada sedikit menanjak, di kanan kiri jalan banyak tanaman sayur-sayuran. Sesekali ada angkutan yg membawa sayur-sayuran lewat. Tak berapa lama akhirnya kami sampai di Telaga Merdada. Telaga merdada ini seperti semacam danau yang indah sekali. Di tepi danau ada rakit dari bambu yang tertambat. Dan ada juga sebuah perahu. Saya duduk di rakit itu dan mengeluarkan roti buat sarapan pagi sambil menikmati pemandangan pagi di Telaga Merdada. Sejenak saya teringat sesuatu. Waktu saya masih kecil saya sering banget baca buku-buku dongeng. Di cerita-cerita itu kalau putri raja atau permaisuri mereka pergi ke daerah lain menggunakan rakit, dengan membawa setandan pisang. wkwkwk…. *masih inget juga khayalan masa kecil*

Telaga Merdada Masih Berkabut

Telaga Merdada Masih Berkabut

Setelah puas di Telaga Merdada, kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke…. Sikunir. bersambung ke tulisan Perjalanan ke Plateau Berkabut (2): Telaga Warna & Gunung Sikunir

~ oleh honeysweet pada 14 September 2012.

2 Tanggapan to “Perjalanan ke Plateau Berkabut (1): Telaga Merdada”

  1. […] Tulisan ini lanjutan dari tulisan Perjalanan ke Plateau Berkabut (1): Telaga Merdada. […]

  2. […] Tulisan ini lanjutan dari tulisan Perjalanan ke Plateau Berkabut (2): Telaga Warna dan Gunung Sikunir […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: