Catatan Perjalanan di Kereta: Lewat Pintu Utara atau Selatan?

Awal November ini saya ada acara di Jakarta. Acara di Jakarta nggak lama, cuma Hari Kamis aja. Karena acaranya sampai sore akhirnya saya menginap di Hotel Atlet Century Senayan. Berhubung sudah sampai Jakarta, rugi dong kalau cuman pindah tidur doang trus balik lagi ke Jogja. Apalagi waktu itu hari kamis, jumad dan sabtu kan libur. Setelah ditimbang-timbang akhirnya diputuskan mampir bentar ke Bandung.

Bandung adalah kota yang special buat saya. Kota ini salah satu kota yang saya cintai setelah Jogja. Kenapa? Karena saya punya kenangan yang indah disini. Sekitar tahun 1988-1991 ayah kerja di Bandung, jadi ya masa kecilku banyak wira-wiri Jogja-Bandung.

Sejak dari Jogja sudah direncanain. Pagi-pagi saya akan berangkat dari Senayan ke Stasiun Gambir naik Busway, lalu saya akan naik kereta  Argo Gede jam 06.10 atau kereta Parahyangan jam 07.30. Perkiraan saya, saya akan sampai Bandung agak pagi sekitar jam 10 an. Rencananya saya akan mengunjungi 3 tempat di Bandung.

Pada hari yang telah ditentukan (jum’ad paginya). Saya udah dengan semangat 45 berangkat naik busway ke stasiun Gambir. Saya berangkat dari Senayan jam 05.30. Perkiraan sampai Gambir jam 06.30 – 07.00 trus naik kereta parahyangan jam 07.30. Akhirnya saya sampai Gambir jam 06.40. Masih pagi banget, trus langsung deh ke tempat penjualan tiket. Sampai di sana saya bengong…..lho?? Kereta api yang jam 07.30 ternyata cuma beroperasi di hari libur. Kereta selanjutnya adalah jam 08.30!! Wadowh….di luar rencana, musti nunggu 2 jam nihh😦 dan ntar nyampe Bandung udah siang dehh.

Ya udah deh, ngeluh juga nggak ada gunanya. Akhirnya saya tetep antri tiket. Di samping saya ada seorang ibu-ibu yang diantar putranya. Saya ngobrol-ngobrol sama ibu itu. Beliau ternyata mau ke Bandung juga, dan akan naik kereta yg sama dengan saya. Alhamdulillah ada teman nunggu kereta.

Teman seperjalanan 1

Saya dan Ibu Hidayat (nama ibu itu) menunggu kereta sambil ngobrol-ngobrol. Saya banyak bertanya tentang Bandung (terutama transportasinya). Saya cerita kalau saya mau ke beberapa tempat, salah satunya ke Saung Angklung Ujo, dan kalau sempat ke Cihampelas dan Gede Bage. Di tengah2 ngobrol tiba-tiba terlintas,  “o iya saya kan musti beli oleh2 juga”. Lalu saya menanyakan dimana ya tempat beli oleh2 di Bandung.

Ibu itu bilang “Kalau oleh-oleh mah di Pasar Baru, letaknya dekat sama Stasiun.”

Ibu itu lalu mengeluarkan kertas dan menggambarkan denah transportasi, menuju tempat oleh-oleh, lalu transport selanjutnya ke Saung Angklung Udjo. Takut saya kesasar katanya :)  Wah….terharu saya.

Lalu ibu itu berkata, “Nanti kalau turun dari kereta, keluarnya lewat pintu selatan. Pasar baru letaknya di selatan.

“Baik Bu”, jawabku.

Teman Seperjalanan 2

Jam 08.30 kereta yang ditunggu tiba. Saya menempati tempat duduk 14 c. Ibu Hidayat dapat tempat duduk 14 B. Terpisah lorong dari tempat duduk saya. Di samping saya ada seorang pemuda. Berhubung teman seperjalanan, maka saya sempatkan ngobrol-ngobrol juga dengannya. Mas/adik itu asalnya dari Malang, kuliah di Bandung. Berhubung dia ngerti seluk beluk Bandung, saya tanya-tanyain juga. Saya cerita kalau saya mau ke beberapa tempat di Bandung, dan skalian nanya juga, “Tempat yg oke di Bandung itu mana aja sih?”

Dia jawab, di Bandung ada beberapa tempat di PVJ, Dago dan Cihampelas. Dia suggest juga, “Nanti kalau kamu mau kesana turun dari kereta turunnya lewat pintu utara, trus kalau mau ke saung angklung nanti bisa naik angkot dari Dago”

Oke deh…semua saran ditampung.

Waktu itu aku aku masih mikir-mikir juga, cukup nggak ya waktunya ke Cihampelas/Dago. Lha nyampe Stasiun Bandung udah Jam 12.00. Trus beli oleh-olenya? Juga belum tahu juga berapa lama perjalanan ke Saung Angklung udjo-nya.

Pas Turun: Ke Utara atau Selatan

Setelah melewati 3 jam perjalanan, nyampe juga akhirnya ke Stasiun Bandung. Waktu menunjukkan jam 12.00. Siap-siap turun. Sebelum turun menyapa dulu kanan kiri (teman seperjalanan 1 dan 2).

Sambil keluar Ibu Hidayat berkata, “Keluarnya lewat selatan” (sambil tanggannya menunjuk ke arah selatan).

Sementara pada saat yang bersamaan Mas/adik yg duduk di sampingku berkata, “Keluarnya lewat sana” (sambil menunjukkan arah utara).

Satu menunjuk ke utara satunya ke selatan,…O….o…….(^.^)

Pintu Selatan St Hall Bandung

Pintu Selatan St Hall Bandung

***

(Terima kasih untuk pihak2 dalam cerita ini….yg  udah menjadi teman seperjalanan dan memberikan petunjuk arah pada musafir ini. Thanks for ur kindness….May Allah Bless)

~ oleh honeysweet pada 8 November 2009.

6 Tanggapan to “Catatan Perjalanan di Kereta: Lewat Pintu Utara atau Selatan?”

  1. Seru ya ceritanya.

    Hehehe…orang baik itu pasti dikasih teman yang baik-baik.

    Salam Seru !:-)

  2. amiin..kpn2 k bdg lagi ya…

  3. cerita di saung angklungnya mana ini, jeng?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: