Sampoerna: Raksasa yang Bermula dari Warung Kecil

Minggu kemaren saya maen ke Surabaya. Ada acara Training of Trainers DIKTI dan UCEC (University of Ciputra Entrepreneurship Centre).  Saya dan Lendy dundang untuk berbagi pengalaman sebagai Peserta Program Campus Entrepreneur UGM-Ciputra Foundation Batch 1. Acara yang berlangsung di Hotel Weta itu berlangsung cukup seru. Saya sendiri merasa cukup beruntung, karena bisa mengikuti sesinya Ibu Istiawati, Pak Dharma Kusuma, Pak Margiman dan Pak Antonius Tanan. Dan merasakan lagi bagaimana suatu materi dikemas secara experiential learning.

Selesai acara kita diundang dinner di House of Sampoerna. House of sampoerna ini terletak di Jl Taman Sampoerna, surabaya. Ada 3 bangunan besar di sini. Bangunan yang di tengah digunakan untuk Museun.  Bangunan yang terletak di sisi kiri museum digunakan sebagai Rumah dan bangunan yang terletak di sisi kanan bangunan museum digunakan sebagai Cafe.

Begitu masuk ke dalam museum, kita langsung disuguhi banyak hal. Salah satunya adalah replika warung awal mula yang menjadi cikal bakal rokok sampoerna.

House of Sampoerna

Ketika kami berdiri di depan replika ini, Pak Antonius Tanan mengatakan bahwa, “Segala sesuatu yang besar, itu bermula dari kecil”

Lama aku termenung, siapa sangka warung yang tadinya kecil berpuluh-puluh tahun kemudian menjelma menjadi raksasa rokok di Indonesia. Liem Seeng Tee dan Istrinya Siem Tjiang Nio mengawali usahanya dari sebuah warung kecil yang menjual berbagai makanan kecil, buah-buahan dan rokok. Liem Seeng Tee pernah bekerja pada pabrik rokok di Lamongan. Di kemudian hari, usaha rokok inilah yang berkembang pesat.

Kadang aku berpikir, adakah hubungan antara pengalaman seseorang di masa lalu dengan usaha yang dijalankan? Seperti halnya Pendiri Sampoerna yang punya usaha di bidang rokok dengan pengalamannya pernah bekerja di sebuah pabrik rokok. Atau Pak Ciputra yang mempunyai background Sarjana Arsitektur ITB dengan bisnisnya di Bidang Properti saat ini.

Pengalaman, terkadang membuat kita menjadi paham akan sesuatu. Dan pemahaman ini yang membuat kita bisa menemukan peluang-peluang yang tidak terlihat oleh orang lain.

Begitupun halnya dengan keyakinan. 234 atau jika dijumlah menjadi 9 adalah angka tertinggi menurut kepercayaan Tiongkok. Dan angka itu merujuk pada KESEMPURNAAN. Liem Seeng Tee menggunakan angka itu pada merk rokoknya, Dji Sam soe. Dia yakin bahwa kelak perusahaannya akan selalu beruntung.

Berkeliling lagi di House of Sampoerna, saya melihat sebuah lemari koleksi tembakau.

House of Sampoerna, Tobacco

Di lemari itu banyak koleksi tembakau dari berbagai daerah, seperti Tembakau Jawa, Tembakau Sulawesi, dan lain sebagainya. Wah jadi inget pas maen Game Chocotwo. Chocotwo ini adalah game tentang entrepreneur pembuat coklat. Terkadang untuk menghasilkan coklat terbaik kita harus mengumpulkan bahan-bahan terbaik dari penjuru dunia. Agaknya ada kemiripan antara dunia game sama dunia nyata, hehe…😀

Selesai dari Museum House of Sampoerna, kita dinner di Cafe Sampoerna…hmm..nyam nyam nyam…

 

~ oleh honeysweet pada 27 Desember 2008.

4 Tanggapan to “Sampoerna: Raksasa yang Bermula dari Warung Kecil”

  1. wuih, mantaph nian ulasannya jeng.
    haduh, aku jadi pengen buka warung nih.
    ajarin dund, bu.
    mau aku jd trainee-nya ibu heni.
    *ngrayu dot com*😉

  2. Boleh jeng…sapa tau nanti bisa kerjasama…hehe..:D

  3. wah, aku ga nyangka kalau “raksasa” itu tadinya hanyalah “seekor kurcaci”…
    semoga aku dapat menjadi “raksasa” suaru saat nanti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: