Tatah Sungging: The art of Javanese Puppet

Wayang sebenarnya menawarkan kebijaksanaan yang tak terbatas

Tokoh wayang sebagai hiasan tempat lilin

Tokoh wayang sebagai hiasan tempat lilin

Sekarang sedikit orang yang tahu tentang wayang. Padahal wayang itu menyimpan khasanah kebudayaan dan kebijaksanaan yang tak terbatas lho!. Saya sendiri kalau pertunjukan wayang sih saya nggak terlalu menikmati. Tapi kalau kisah Mahabharata atau Ramayana saya suka banget. Pas SD dulu sekitar tahun 1992-1994 ada kisah mahabharata dan ramayana di TPI. WAktu SMA saya sempat membaca buku mahabharata yang tebelnya nujubilee itu.

Yang saya suka dari kisah Ramayana ataupun Mahabharata adalah tentang kebijaksanaannya dan falsafah hidupnya. Bagaimana seseorang bisa memegang janji yang telah diucapkannya, meskipun untuk itu dia harus mengorbankan nyawanya. Seperti kisah Kakek Bhisma yang berjanji tidak akan pernah menikah karena memenuhi janji kepada ayahnya.

Mahabharata menghadirkan berbagai karakter yang mewakili karakter manusia dengan berbagai kompleksitasnya. Tentang Basudewa Krishna yang bijaksana, dan kalau marah mengeluarkan cakramnya, Yudhistira si sulung yang arif, Arjuna, dan lain sebagainya.Atau tentang watak-watak yang buruk seperti Duryudana, Dursasana atau Sengkuni yang begitu mabuk ambisi dan kekuasaan. Semua diracik menjadi satu dalam kisah mahabharata.

~ oleh honeysweet di/pada 25 Februari 2009.

Satu Tanggapan to “Tatah Sungging: The art of Javanese Puppet”

  1. budaya yg sangat kental.. ayoo kita lestarikan..

Tinggalkan Balasan